Kejaksaan Tinggi NTT Lakukan Penggeledahan dan Penyitaan Terkait Dugaan Korupsi Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Wae Ces I-IV di Kabupaten Manggarai

0

Kejaksaan RI.,Kupang, 17 Oktober 2024 – Pada hari ini, Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) yang dipimpin oleh Koordinator Pidsus Kejati NTT, Fredy Simanjuntak, S.H., M.H., dan Johanes Kardinto, S.H., M.H., melakukan penggeledahan dan penyitaan di beberapa lokasi terkait dugaan tindak pidana korupsi pada proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Wae Ces I-IV (Volume 2.750 Ha) yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2021.

Penggeledahan pertama dilakukan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT, Bidang Sumber Daya Air, yang berlokasi di Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Tim yang dipimpin oleh Koordinator Pidsus Kejati NTT, Fredy Simanjuntak, S.H., M.H., dan Johanes Kardinto, S.H., M.H., bersama lebih dari sepuluh anggota tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WITA menggunakan lima kendaraan.

Penggeledahan dilakukan di sejumlah ruangan, termasuk ruang Kepala Bidang Irigasi, Buce Fanggidae, serta ruang Kepala Sub Bagian Keuangan. Tim berhasil menyita sejumlah dokumen penting terkait pencairan dana dan progres pembayaran proyek tersebut. Penggeledahan ini berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WITA.

Usai dari Kantor Dinas PUPR, Tim Penyidik melanjutkan penggeledahan di Kantor Gubernur Provinsi NTT, tepatnya di lantai 3, ruang Biro Pengadaan Barang dan Jasa. Penggeledahan berlangsung selama satu jam, dimulai sekitar pukul 12.00 WITA, dan sejumlah dokumen terkait pengadaan proyek berhasil disita. Setelahnya, Tim Penyidik kembali ke Kantor Kejati NTT untuk menindaklanjuti hasil penyitaan tersebut.

Kasus ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Wae Ces I-IV di Kabupaten Manggarai yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi NTT dengan nilai pagu anggaran Rp4.638.900.000. Proyek tersebut ditenderkan pada awal 2021 dan dimenangkan oleh PT Kasih Sejati Perkasa dengan nilai penawaran Rp3.848.907.512,28. Kontrak ditandatangani pada 18 Maret 2021 oleh Dionisius Wea dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) A.S. Umbu Dangu, diikuti dengan adendum pada 24 Maret 2021.

Dalam pelaksanaan proyek, terjadi sejumlah penyimpangan, termasuk pengerjaan yang tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan perubahan lokasi pengerjaan tanpa dasar justifikasi teknis. Diduga beberapa bagian pekerjaan hanya dilakukan dengan plesteran dan acian, yang seharusnya dilakukan pembangunan sesuai RAB. Akibatnya, terjadi kelebihan pembayaran yang mengarah pada potensi kerugian negara.

Tim Penyidik Kejati NTT juga telah melakukan pemeriksaan lapangan bersama tim ahli dari Politeknik Negeri Kupang (PNK) untuk memverifikasi hasil pekerjaan di lokasi. Berdasarkan pemeriksaan ini, ditemukan ketidaksesuaian antara hasil pekerjaan dan dokumen kontrak, seperti as-built drawing dan pintu penutup air yang tidak diganti sesuai rencana.

Penyidikan kasus ini terus berlanjut dan saat ini mengarah pada penetapan calon tersangka yang dinilai bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan proyek tersebut. Penyidik Kejati NTT berharap agar saksi-saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan dapat bersikap kooperatif sehingga proses hukum dapat berjalan dengan lancar.

Harapan dan Seruan dari Kajati NTT

Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Zet Tadung Allo, S.H., M.H., melalui Kasi Penerangan Hukum dalam pernyataannya menyampaikan harapannya agar proses hukum ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Beliau menekankan pentingnya kerja sama dari semua pihak yang terlibat, baik dalam proyek ini maupun dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

“Saya menghimbau kepada seluruh pihak yang terkait dalam proyek ini, terutama saksi-saksi yang dipanggil, untuk bersikap kooperatif dan memberikan keterangan yang jujur serta transparan. Kejaksaan Tinggi NTT berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini dengan cepat dan tepat demi keadilan dan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum. Kami tidak akan ragu menindak tegas siapapun yang terlibat dalam perbuatan melawan hukum yang merugikan negara,” ujar Kajati NTT.

Lebih lanjut, Kajati NTT juga menegaskan bahwa proses penyelidikan terhadap proyek-proyek irigasi lainnya di seluruh wilayah NTT, dengan total nilai anggaran mencapai Rp44 miliar, akan dilakukan dengan penuh integritas dan tanpa pandang bulu.

“Kami berharap dukungan penuh dari masyarakat dan semua pihak yang memiliki tanggung jawab dalam proyek-proyek ini. Kejaksaan Tinggi NTT berkomitmen memberantas korupsi demi pembangunan yang lebih baik dan untuk kepentingan masyarakat luas,” tegas Kajati Zet Tadung Allo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *