Kolaborasi Antar Instansi pada Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMP 9 Kupang
, Kajati NTT, Zet Tadung Allo, menyampaikan pesan kuat kepada para siswa sebagai calon pemimpin masa depan bangsa
Kupang, 14 Oktober 2024 – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT), Zet Tadung Allo, S.H., M.H., terus berkomitmen memajukan program unggulan “Generasi Berprestasi dan Berintegritas” melalui kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Pada 14 Oktober 2024, kegiatan JMS dilaksanakan secara serentak di 10 SMP Negeri dan Swasta di Kota Kupang, seperti SMPN 9 Kupang, SMP Katolik Giovani Kupang, dan beberapa sekolah lainnya.
Kegiatan ini melibatkan seluruh Pejabat Utama Kejaksaan Tinggi NTT, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara di setiap sekolah. Di SMPN 9 Kupang, Kajati NTT sendiri memimpin jalannya upacara, yang dihadiri lebih dari 100 siswa serta 40 tenaga pendidik. Turut hadir sejumlah pejabat penting seperti Pj. Walikota Kupang Linus Lusi, S.Pd, M.Pd dan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Ambrosius Kodo, S.Sos, M.M.

Pemberantasan Korupsi dan Penanaman 9 Nilai Integritas
Dalam sambutannya, Kajati NTT menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam memberantas korupsi. Ia mengingatkan bahwa meski korupsi masih menjadi masalah besar di Indonesia, generasi muda dapat berperan aktif dalam menciptakan perubahan. “Korupsi merusak tatanan pemerintahan dan membahayakan masa depan bangsa,” tegas Zet Tadung Allo. Berdasarkan data Indonesia Corruption Watch (ICW), sejak 2004 hingga 2022, tercatat ada 5 menteri, 22 gubernur, dan banyak pejabat lainnya yang terlibat kasus korupsi.
Sebagai bagian dari pencegahan korupsi, program JMS memperkenalkan 9 nilai integritas kepada siswa, yakni jujur, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, mandiri, sederhana, berani, peduli, dan adil. Kajati NTT menekankan bahwa integritas bisa dimulai dari hal kecil, seperti menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Kolaborasi dengan Pemerintah Kota dan BP3MI NTT
Kegiatan JMS di SMPN 9 Kupang juga melibatkan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT, yang memberikan edukasi tentang bahaya perdagangan manusia dan eksploitasi anak. Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, menyoroti tingginya angka perdagangan orang di NTT serta pentingnya menjaga generasi muda dari bahaya narkoba dan pergaulan bebas.

Apresiasi dan Dukungan dari Pj. Walikota Kupang
Pj. Walikota Kupang, Linus Lusi, S.Pd, M.Pd, menyampaikan apresiasi terhadap program Kajati NTT ini. Ia menyebut pengenalan nilai-nilai integritas sebagai langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda. “Nilai-nilai integritas ini menjadi semangat bagi pendidikan di Kota Kupang,” ujarnya.
Penutupan dan Harapan Masa Depan
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cinderamata kepada perwakilan siswa dan Kepala Sekolah SMPN 9 Kupang. Sejak dimulai pada September 2024, program “Generasi Berprestasi dan Berintegritas” telah menjangkau 46 sekolah, dengan partisipasi sekitar 27.500 siswa dan tenaga pendidik. Kajati NTT berharap program ini dapat melahirkan generasi muda yang berprestasi, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi bangsa yang bebas dari korupsi.
