Tebar Berkah Ramadhan 1447 H, Kejati NTT Hadirkan Kepedulian Lewat “Musholla Al-A’raf Berbagi Kebaikan”
KUPANG, 25 Februari 2026 – Semarak menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah mulai terasa di sudut Kota Kupang. Tak melulu soal penegakan hukum dan tumpukan berkas perkara, Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) kembali menunjukkan wajah humanisnya dengan turun langsung merangkul masyarakat.
Melalui inisiatif bertajuk “Musholla Al-A’raf Berbagi Kebaikan”, Kejati NTT menggelar aksi sosial pembagian 150 paket sembako pada Rabu (25/2). Berpusat di area Musholla Al-A’raf Kejati NTT, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian institusi kepada warga sekitar menjelang bulan puasa.
Acara yang sarat akan nilai kekeluargaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejati NTT, Roch Adi Wibowo, S.H., M.H., didampingi oleh Wakil Kepala Kejati NTT, Teuku Rahmatsyah, S.H., M.H., M.Kn. Turut hadir memeriahkan suasana para Pejabat Utama (PJU) Kejati NTT serta pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) wilayah NTT.

Dalam sambutannya, Kajati NTT Roch Adi Wibowo menyampaikan pesan mendalam. Ia mengingatkan bahwa Ramadhan adalah momentum emas, bukan hanya untuk mengasah spiritualitas dan keimanan pribadi, tetapi juga untuk menajamkan kepekaan sosial terhadap sesama.
“Berbagi kebaikan ini tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar menggugurkan kewajiban. Kepedulian harus mendarah daging dan menjadi bagian dari nilai serta budaya kita dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Roch Adi Wibowo.
Ratusan paket sembako yang disalurkan hari itu disambut antusias oleh warga sekitar. Senyum sumringah para penerima bantuan menjadi bukti bahwa kehadiran aparat hukum bisa membawa kehangatan tersendiri.
“Kami sangat berharap bantuan kecil ini dapat memberikan manfaat nyata, menjadi pelipur lara, dan membawa berkah bagi masyarakat yang menerima. Semoga silaturahmi antara Kejati NTT dan masyarakat Kota Kupang semakin erat, memupuk semangat kebersamaan yang tidak akan pernah putus,” tambah Kajati.
Langkah ini menjadi penegas komitmen Kejati NTT. Bahwa pengabdian korps Adhyaksa tidak hanya diukur dari ketegasan di ruang sidang, tetapi juga dari seberapa besar mereka mampu hadir dan membawa manfaat langsung di tengah masyarakat. Sebuah harmoni indah antara keadilan hukum dan kepedulian sosial jelang bulan suci.
