Kunjungan Kajati NTT Zet Tadung Allo di Sumba Barat: Komitmen Kejaksaan dalam Pemberdayaan dan Pelestarian Budaya Lokal
Kajati NTT Zet Tadung Allo di Sumba Barat
Kejaksaan RI., Waingapu, 31 Oktober 2024, Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Zet Tadung Allo, melanjutkan kunjungan kerjanya di Pulau Sumba dengan mengunjungi Kejaksaan Negeri Sumba Barat. Kunjungan ini bertujuan memperkuat kinerja, memberikan motivasi, serta mempererat hubungan antaranggota Kejaksaan di daerah.
Penyambutan oleh Kepala Kejari Sumba Barat
Rombongan Kajati NTT disambut oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sumba Barat, Agus Taufikurrahman, beserta jajaran pejabat penting lainnya, termasuk Asisten Pembinaan, Tindak Pidana Umum, dan Tindak Pidana Khusus. Sambutan hangat ini mencerminkan hubungan solid antarpegawai Kejaksaan di Nusa Tenggara Timur.
Peresmian Desa Tebara sebagai Desa Binaan
Kegiatan dilanjutkan dengan peresmian Desa Tebara sebagai Desa Binaan. Desa Tebara, yang berada di Kampung Wisata Prai Ijing, adalah kampung dengan rumah adat khas Sumba yang menjulang di atas perbukitan, menggambarkan kekayaan budaya Sumba Barat.

Sambutan Tarian Tradisional Woleka
Kajati NTT disambut dengan tarian tradisional Woleka, yang menjadi simbol kearifan budaya Sumba Barat Daya. Tarian ini biasa ditampilkan saat penyambutan tamu, menambah keunikan acara ini.
Apresiasi Kajati NTT atas Inisiatif Desa Binaan
Dalam sambutannya, Kajati NTT menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kejari Sumba Barat menjadikan Desa Tebara sebagai Desa Binaan. Langkah ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan dana desa, mendukung transparansi, serta menjaga nilai-nilai lokal.
Kolaborasi untuk Kesejahteraan Desa
Kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Tebara. Kejaksaan NTT siap mendampingi pemerintah desa dalam pengelolaan dana desa agar lebih efektif dan akuntabel.
Komitmen Kejaksaan dalam Pemberdayaan dan Pelestarian Budaya
Kegiatan ini mencerminkan komitmen Kejaksaan dalam mendukung pembangunan lokal, pemberdayaan, dan pelestarian budaya, sejalan dengan pengembangan pariwisata yang tetap mempertahankan keunikan budaya lokal.
