Kejati NTT Sembelih 7 Ekor Sapi Kurban pada Idul Adha 1447 H, Wujud Kepedulian dan Toleransi.
KUPANG – Dalam rangka peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sekaligus sebagai bentuk rasa syukur dan ketaatan dalam menjalankan syariat agama, Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) melaksanakan pemotongan hewan kurban.
Kegiatan ini dilangsungkan dengan khidmat di halaman kantor Kejati NTT pada Kamis (28/05).
Pada perayaan Idul Adha tahun ini, Kejati NTT menyembelih sebanyak tujuh ekor sapi. Hewan-hewan kurban tersebut merupakan wujud kontribusi dan partisipasi dari jajaran pimpinan serta jamaah di lingkungan Kejati NTT.
Adapun jajaran pimpinan yang turut berkontribusi menyerahkan hewan kurban pada tahun ini antara lain:
- Roch Adi Wibowo, S.H., M.H. selaku Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT.
- Dr. Wahyu Sabrudin, S.I.P., S.H., M.H. selaku Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) NTT.
- Agus Sahat S.T. Lumban Gaol, S.H., M.H. selaku Sesjampidum Kejaksaan Agung RI (Mantan Wakajati NTT).
- Dr. Bayu Setyo Pratomo, S.H., M.H. selaku Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati NTT.
- Choirun Parapat, S.H., M.H. selaku Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati NTT.
- Alfons G. Loe Mau, S.H., M.H. selaku Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTT.
- Shirley Manutede, S.H., M.Hum (Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang).

Serta segenap Jamaah Musala Al-A’raf Kejati NTT. Dari hasil penyembelihan tujuh ekor sapi tersebut, panitia kurban mengemas sekitar 300 kantong daging. Seluruh paket daging kurban ini kemudian didistribusikan secara merata kepada seluruh pegawai di lingkungan Kejati NTT, anggota Forum Wartawan, serta masyarakat sekitar yang berhak menerima.
Pelaksanaan ibadah kurban ini diharapkan tidak hanya menjadi pemenuhan ibadah keagamaan semata, tetapi juga mampu mempererat tali silaturahmi dan memupuk semangat toleransi. Melalui kegiatan berbagi daging kurban ini, Kejati NTT kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai Aparat Penegak Hukum (APH) yang humanis dan dekat dengan masyarakat.

